Jumat, 16 November 2012

Pempek 10 Ulu Pasar Asemka

Suka pempek ? Makanan khas Kota Palembang yang satu ini sepertinya sudah digemari berbagai kalangan.  Tak perlu pergi ke Palembang untuk menikmati makanan hasil olahan ikan ini. Di berbagai kota makanan ini mudah ditemui. Rasanya yang gurih dengan cuka yang manis asam pedas membuat banyak yang ketagihan. Kalau di Jakarta, dimana bisa menemukan pempek yang enak ? 

     Pasar Asemka rasanya sudah tak asing lagi di telinga kita. Pasar yang dikenal sebagai pusat grosir penjualan mainan anak-anak ini hampir setiap hari ramai dikunjungi.  Lokasinya yang berdektan dengan daerah Kota Tua, stasiun, dan berbagai pusat perdagangan seperti Mangga Dua membuat macet menjadi hal yang lumrah kita jumpai disini. Untuk mencapai tempat ini bisa dengan berbagai cara. Namun jika Anda ingin menghindari kemacetan, kereta api bisa dijadikan pilihan pertama. Hanya beberapa ratus meter dari stasiun kota kita sudah bisa mencapai Pasar ini.
       Hari sudah siang saat kami berada di jalan Tol dalam kota. Saran dari adik yang menemani, membuat kami mengarahkan mobil ke luar menuju arah Mangga Dua. Karena memang ingin membeli berbagai perlengkapan sekolah anak dan mainan maka kami langsung mengarah ke Asemka.
      Jika beruntung, Anda bisa mendapat parkir di halaman pasar. Namun ramainya mobil box yang menaikturunkan barang membuat lahan parkir disitu biasanya penuh, sehingga akhirnya kami memilih parkir di dalam gedung. Beberapa lantai pertama hanya dikhususkan untuk kios penjualan barang, barulah di lantai 5 kita bisa memarkirkan mobil. Jangan khawatir, karena ada lift yang akan mengantarkan kita kembali untuk turun menuju lantai yang kita inginkan. Melihat kondisi gedung yang sudah tua, membuat kami awalnya mengira gedung pasar ini hanya menyediakan tangga. 
       Berbagai perlengkapan sekolah, mainan anak, asesoris, dan kosmetik tersedia disini. Harga yang ditawarkan pun ternyata benar-benar murah, jauh sekali selisihnya jika kita bandingkan dengan tempat lain. Tas anak yang pernah kami lihat harganya di sebuah mal di Depok, ternyata bisa didapat disini dengan  separuh harga. Itu pun kami hanya membeli 1 buah untuk tiap jenis barang. Menurut penjualnya, jika kami membeli dalam grosir (minimal 1 lusin), maka akan diberikan diskon. Pantas tempat ini ramai sekali. Pedagang dari berbagai daerah -termasuk dari luar Jawa-sering berbelanja barang kesini. Memang ada beberapa jenis barang yang tidak bisa dibeli satuan -seperti berbagai asesoris dan souvenir pernikahan-, namun untuk tas, mainan, dan payung, dan perlengkapan sekolah ternyata jumlah pembelian minimal tidak ada. 
     Puas berbelanja, kami kembali ke tempat memarkir mobil. Dari atas gedung pemandangan sekitar tampak jelas terlihat. Berbagai kendaraan dan orang yang lalu lalang tampak seperti tak henti bergerak. Mata kami tertuju ke spanduk di toko yang terletak di seberang gedung parkir. Spanduk tua dengan tulisan 'Pempek Palembang 10 Ulu' membuat  perut yang dari tadi diabaikan karena keasyikan belanja mendadak protes. Apalagi dari tempat kami berdiri, toko tersebut terlihat ramai dikunjungi. Segera kami masuk ke mobil dan memindahkan parkir agar berada dekat dengan toko tersebut.
     Aroma pempek lenggang yang sedang dipanggang langsung menyergap begitu berada di depan toko. Tidak seperti berbagai toko pempek di Jakarta -yang menjual pempek lenggang yang digoreng-tempat  ini menyajikan pempek lenggang sesuai aslinya di Palembang. Dipanggang secara tradisional beralas daun pisang di atas bara arang - sehingga muncul aroma khas yang menggoda selera. Hal ini tidak akan kita jumpai jika Pempek Lenggang disajikan dengan cara digoreng. Kehebohan anak-anak saat memasuki toko dengan Bahasa Palembang yang fasih,membuat sang pemilik toko yang terkantuk-kantuk di meja kasir langsung tersenyum dan berdiri menghampiri meja kami. Ternyata beliau juga orang Palembang yang sudah 30 tahun berjualan pempek disini. Dengan ramah pemilik toko memperkenalkan diri dan menawarkan berbagai menu yang ada di tempat ini.  Menurut beliau, hingga saat ini tokonya selalu menjaga citarasa dengan mendatangkan ikan dan bahan baku langsung dari Palembang. Pengolahan dan cara penyajian diusahakan sama dengan daerah aslinya.

Kami pun memesan Pempek Lenggang, Pempek Kapal Selam, Pempek Telor, dan Pempek Kulit. Sebenarnya masih ada Otak-otak, Pempek Lenjer dan beberapa jenis pempek lain yang belum kami pesan. Kalau menurutkan nafsu, semua menu ingin kami cicipi. Apalagi perut makin keroncongan mencium wanginya pempek Lenggang yang sedang dibakar.  Tapi kalau di pesan semua, kasihan pengunjung lain hehehe...
   Pemilik toko yang dengan ramah terjun langsung melayani kami membuat suasana makan menjadi spesial. Wanti-wanti beliau pada anak buahnya, agar tidak menambahkan mie kuning saat menyajikan pempek kepada kami. Di Jakarta sepertinya hal itu sudah menjadi kebiasaan, mie dicampurkan ke pempek saat disajikan. Pempek pun disajikan dalam bentuk sudah di potong-potong.  Padahal di Palembang pempek berukuran kecil, tidak perlu disajikan dalam keadaan terpotong. Apalagi tambahan mie, tak perlu sama sekali. Kecuali untuk makanan tradisional yang memang dominan mie dan pempek hanya sebagai pelengkap, yaitu Rujak Mie.


      Pempek mempunyai cita rasa yang khas. Uniknya, walau bahannya itu-itu juga ikan, sagu, dan air) tapi memberikan rasa berbeda jika orang yang mengolah berbeda. Apalagi jika terigu yang dipakai berasal dari merek berbeda. Kesegaran bahan baku menjadi syarat utama untuk membuat pempek yang nikmat. Pemilik toko pempek di Asemka ini sengaja mendatangkan bahan baku dari Palembang demi menjaga cita rasa. Tapi tak sia-sia, buktinya toko pempeknya laris manis dan mampu bertahan lebih dari 30 tahun di tengah persaingan banyaknya toko pempek di Jakarta. Rasa memang tak pernah bohong.

  Berbagai pilihan jenis kemplang dan kerupuk yang sengaja digantung di atas kepala membuat anak-anak antusias meraihnya. sebagai penutup, pemilik toko menawarkan menu es kacang merah. Wah, minuman satu ini memang sepertinya sudah menjadi jodohnya Pempek Palembang. Lidah kepedasan lebih cepat dinetralisir jika minum es kacang merah yang manis segar. Anak-anak pun antusias menghabiskan es kacang merah manis dan bertekstur lembut.
    Kumandang azan Mahgrib menyentakkan kami yang baru selesai menikmati suapan terakhir. Segera kami bergegas bersiap-siap meninggalkan toko. Pemilik toko yang ramah mengantarkan kami hingga ke pelataran parkir. Anak-anak pemilik toko dengan sumringah melepas kepergian kami. Kapan-kapan kami akan kembali menikmati kelezatan pempek di tempat ini.

Selasa, 18 September 2012

Renang Asyik Taman Sentosa Cikarang

Renang Asyik Taman Sentosa Cikarang

Tak jauh dari exit Tol Cikarang,mengarah ke arah Perumahan Lippo Cikarang, ada perumahan cantik bernama Taman Sentosa. Tak disangka, ada kolam renang yang cantik di dalamnya.


    Setelah tak berhasil menemukan alamat rumah saudara yang hendak di kunjungi, mobil diarahkan lagi masuk ke Tol Cikampek. Agar anak-anak tak kecewa, kami mencari lokasi rekreasi. Sekarang tujuan kami adalah Cikarang, kota industri di pinggiran Jakarta. Sekitar 1 km setelah exit tol ke arah perumahan lippo, terlihat papan nama perumahan : Taman Sentosa. Terbaca pula fasilitas club house, fitness centre dan kolam renang. Karena anak-anak suka sekali berenang, akhirnya kami coba masuk ke perumahan tersebut.

   Sekitar beberapa ratus meter dari pintu masuk perumahan, tampak papan nama kolam renang yang cukup menarik. Terlihat cukup banyak kendaraan yang parkir di tempat yang disediakan. Kami pun segera turun dan bergegas memasuki lokasi.
  harga tiket relatif murah- hanya 15rb rupiah- per orang, membuat kami tak menyangka akan kecantikan kolam renang ini. Tempat ganti yang bersih dan terawat baik serta berbagai pilihan kolam yang bisa dipilih sesuai keinginan kita.
   Karena kami membawa anak-anak, kolam permainan yang menjadi pilihan awal kami. Airnya yang dangkal membuat anak bahagia sekali bermain air. Fasilitas perosotan dan semburan air mancur membuat mereka berteriak gembira. Beragam mainan pun disediakan di sebelah kolam anak ini. Ada perosotan, ayunan dan lain-lain.
   Setelah itu, kami mencoba kolam lain yg lebih lebar. Jembatan kecil dan tong air raksasa setiap beberapa menit menumpahkan air. Jika tidak membawa ban, di tempat ini juga disediakan ban sewaan. Beberapa anak terlihat belajar berenang dengan bantuan instruktur.

  Setelah cukup lama berenang, perut terasa lapar. Di sini terdapat kantin dengan berbagai pilihan makanan. kami memesan batagor dan somai, yang ternyata rasanya enak sekali. Makanan hangat membuat perut yang lapar dan badan yang kedinginan menjadi segar lagi.
  Setelah makan dan istirahat, anak-anak kembali menceburkan diri ke kolam. Di kolam yang lebih besar, kedalaman air cukup dalam. harap hati-hati jika membawa anak-anak ke bagian ini. Perosotan yang disediakan pun lebih tinggi dan lebar.  Di tengah kolam ada pulau buatan yang ditanami pohon kelapa. Cantik sekali.

 



 Seperti biasa, anak-anak tidak mau pulang. Tapi hari sudah sore dan tangan mereka sudah mengkerut kedinginan. Akhirnya dengan terpaksa, mereka naik dari kolam dan berganti pakaian. Kami pun segera pulang. Benar-benar tempat berenang yang menyenangkan.

Sabtu, 14 Juli 2012

Bukan Lagi Taman Buah Mekarsari

Diresmikan tahun 1995 oleh presiden Suharto, taman buah Mekarsari didirikan dengan tujuan menjadi pusat budidaya tanaman buah terlengkap di Indonesia.  Taman ini dirintis oleh Ibu tien Suharto pada tahun 1990. Setelah dilengkapi dengan berbagai saran hiburan Taman ini tidak lagi sebagai taman buah, Tapi sudah berubah nama menjadi Taman Wisata Mekarsari. 


     Ditempuh sekitar 20 menit dari cibubur, taman wisata ini berada di jalan raya Cileungsi-Jonggol Km 3. Tepatnya di kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor jawa Barat. jika Anda melalui tol, keluar dari pintu tol cibubur ke arah bekasi. Jika Anda memakai angkutan umum, bisa naik angkot Cileungsi-Jonggol dan berhenti tepat di depan lokasi.

     Kami berangkat dari Depok sekitar pukul 11 siang.  Menyusuri Jalan Raya Bogor menuju ke cimanggis. Lewat perumahan Bukit Golf lalu masuk ke Perumahan Griya bukit jaya. Di jalan Raya gunung Putri kami menuju cileungsi. Di pertigaan mampir sebentar di Rumah Makan Padang membeli nasi bungkus.  Bagi Anda yang ingin berhemat, sebaiknya membawa bekal dari rumah atau membeli makanan di luar lokasi wisata.Begitupula beragam minuman atau cemilan lebih baik di beli di minimarket atau warung di luar lokasi wisata.  Sudah jadi kebiasaan para pedagang di lokasi wisata menjual dagangannya dengan harga berlipat. 
     Masuk melalui pintu gerbang, mobil diparkir di tempat yang telah disiapkan. Kita harus berjalan kaki lagi dengan jarak yang cukup jauh untuk mencapai lokasi.  Jika kita membawa banyak barang atau menggendong anak kecil bakal sangat merepotkan. Untunglah ada konter-konter penjual buah-buahan di pinggir jalan sehingga menjadi hiburan tersendiri melihat deretan buah-buahan segar saat berjalan tengah cuaca panas menyengat.

     Sesampainya di lokasi kami langsung menuju ke pusat informasi.  Dengan ramah petugas memberikan informasi yang dibutuhkan.  Brosur yang diberikan sangat lengkap. Peta dan berbagai wahana yang tersedia disajikan menarik.  Karena sudah lapar kami memutuskan untuk makan siang dulu. Membentang tikar dibawah pohon rindang membuat makan siang terasa nikmat.  Di tengah panas menyengat, rimbunnya pohon memberikan kesejukan.  Ditambah lagi hembusan angin sepoi-sepoi membuat suasana bertambah mengasyikkan.  
     Setelah makan dan salat, kami melanjutkan berjalan-jalan. Di dekat pusat informasi ada tempat penjualan souvenir, buah segar, souvenir dan juga ada beberapa rumah makan. Wahana permainan anak-anak juga ada di sini. Tapi kami memutuskan untuk naik mobil berbentuk kereta yang bisa membawa kami berkeliling seluruh area Mekarsari. Setelah antri sebentar akhirnya kereta yang dinanti datang. Kereta gandeng membawa kami dan pengunjung lain berkeliling.

Mulai dari kebun rambutan, kelengkeng, hingga buah-buahan yang jarang terlihat di pasar seperti sirsak dan Matoa. Sepanjang perjalanan, pengemudi merangkap tour guide menjelaskan tentang tanaman buah yang kami lewati. Jika Anda ingin lebih nyaman, Anda bisa memakai kereta khusus yang bisa dipakai hanya untuk satu keluarga maksimal 8 orang. Dengan kereta ini Anda bisa berhenti di setiap tempat yang dianggap menarik dan bisa ikut panen buah.  Atau Anda bisa ikut paket tour petik buah tertentu saja. Misalnya paket petik durian, melon, atau salak.
     Di tengah perkebunan, tampak kantor administrasi Mekarsari yang berdesain unik.  Bangunan bertingkat dengan air terjun mengalir didindingnya.  Disinilah urusan administrasi taman wisata Mekarsari dilakukan. Gedung ini tampak segar dengan air yang tak henti mengalir. 

     Jika ingin menginap, tersedia beberapa rumah pohon. Menurut penjelasan pemandu Tour, dengan membayar sekitar 500 ribu rupiah, kita bisa menginap satu malam di rumah pohon berkapasitas 4 orang dewasa (batas check out pukul 2 siang esok hari). Biaya sudah termasuk sarapan, barbeque, dan menikmati segala paket di Mekarsari seperti Kolam Renang, petik buah, tour keliling dan lain-lain. 
     Kereta wisata berhenti di terminal pinggir danau.  Beragam hiburan tersedia disitu. Jika ingin out bound dan gathering , fasilitas tersedia.  Bagi yang ingin bermain kano, bebek air, balon air, dan perahu naga bisa membeli tiket dan menikmati fasilitas yang diinginkan. Disini banyak perusahaan yang mengadakan family gathering, karena tempatnya yang luas dan nyaman dan dikelilingi sejuknya pepohonan.
     Jika ingin berenang, disini juga tersedia water park (kolam renang dan permainannya) dilengkapi dengan berbagai ukuran kolam dan perosotan. Anak-anak dan seluruh anggota keluarga tentu akan senang sekali disini. Harga tiket masuk water Park nya pun cukup terjangkau, jauh lebih murah jika di bandingkan Waterboom Cikarang atau Atlantis di Ancol. Untuk menuju ke Water park, dapat langsung dicapai dari jalan raya, tepatnya di sebelah pintu masuk Taman wisata Mekarsari. Namun jika kita sudah berad di dalam Mekarsari, ada jembatan jantung cantik berwarna merah yang menjadi jalan masuk menuju ke Water Park. Jembatan gantung ini sangat indah. Melintasi Danau menuju pulau lalu baru menuju ke Water park.

     Setelah puas menikmati suasana di pinggir danau, kami pun naik kembali ke mobil   berbentuk kereta gandeng untuk kembali menuju pintu masuk. Karena hari sudah sore, suasana kebun sudah sangat sepi. Namun, kesunyian tersebut malah membuat taman wisata ini menjadi lebih alami. sepanjang perjalanan kami sangat menikmati indahnya kebun nan sunyi. Pohon-pohon seakan tumbuh alami. kami membayangkan alangkah nikmatnya jika bisa menginap di tempat ini. Semoga suatu saat nanti kami bisa kembali berkunjung sekaligus menginap di tempat yang indah ini.




Sabtu, 07 Juli 2012

Surga Dunia:Taman Bunga Nusantara, Cianjur

    Taman Bunga Nusantara berada di kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.  Dari puncak kita mengarah ke Cipanas. Setelah pasar Cipanas ada pertigaan, kita ambil arah ke kiri.  Ada petunjuk arah yang mudah terlihat di pertigaan ini dengan poster besar bergambar Taman Bunga Nusantara. Dari pertigaan ini, kita ikuti jalan dengan petunjuk yang jelas tentang lokasi taman ini. Sekitar 15 menit perjalanan, kita akan tiba di Gerbang Taman Bunga Nusantara.


     Siang sudah menunjukkan sinar garangnya. Pukul 11 siang kami berangkat dari rumah di Depok. Tol Cijago sangat membantu kelancaran perjalanan kami sekeluarga.  Masuk pintu tol, setelah 10 menit kemudian  sudah sampai di Tol jagorawi. Mobil dipacu menuju Ciawi.  keluar pintu Tol Ciawi, kami menuju ke arah Puncak. Karena perut sudah lapar dan waktu salat Zhuhur sudah tiba, kami pun berhenti di Masjid Att-taaun.



   Masjid ini memiliki view nan indah. Letaknya yang diketinggian membuat pandangan lega menyapu wilayah puncak. desain cantik dengan lantai kayu, membuat ibadah terasa nyaman. Ramai pengunjung bukan hanya ingin salat, tapi juga duduk menikmati pemandangan alam yang menakjubkan.
    Setelah puas beristirahat, kami kembali melanjutkan perjalanan. Tak lama tibalah kami di kota cantik cipanas. Saat kami berkunjung kesini, kota ini baru saja menjadi sorotan media karena menjadi tempat pernikahan putra kedua Presiden SBY. Istana Cipanas tampak megah dan sejuk. Tanaman rapi terawat dengan pepohonan indah menambah sejuknya istana. Mengambil belokan kekiri setelah istana kami memasuki daerah cianjur. Hamparan sawah menghijau membuat pandangan mata bertambah sejuk. Tak lama kami pun tiba di gerbang Taman Bunga Nusantara.

 Memasuki taman kita seolah dibawah ke dunia lain. Burung raksasa yang dibentuk dari rangkain bunga hidup tersaji di depan mata. Ribuan tanaman ditata membentuk sayapnya.
  Luas taman puluhan hektar membuat kendaraan wara-wiri berperan penting. mobil bak terbuka ini membuat kita puas menikmati keindahan taman tanpa perlu membuat kaki pegal. Jika ingin bersantai, tentu lebih nikmat dengan berjalan kaki menyusuri indahnya taman. Tapi karena kami membawa anak-anak yang masih kecil, tentu sangat memberatkan jika tidak memakai kendaraan. Beragam desain taman dari berbagai negara tersaji indah. Mulai dari taman afrika yang gagah, taman Amerika yang indah hingga taman Prancis yang romantis. juga ada taman Jepang yang berpagar tinggi.
  Untuk tanaman yang perlu suhu khusus dan tidak bisa terkena curahan hujan langsung, ahli dari Belanda telah membangun rumah kaca disini. beragam tanaman indah tumbuh subur. Bunga-bunga bermekaran, daun hijau didukung cuaca sejuk cipanas.
   Jika ingin mengadakan acara piknik atau family gathering tempat ini sangat cocok. tempat khusus piknik telah disiapkan. banyak pula pasangan penganti yang melakukan sesi pemotretan. berbagai latar indah alami tentu membawa sentuhan berbeda bagi foto pengantin mereka. turis dari berbagai negarapun terlihat menikmati keindahan taman ini. 
    jika ingin berkunjung kesini pilihlah waktu pagi atau sore hari. Karena sejuknya cuaca akan membuat lebih nyaman untuk berjalan santai mengelilingi taman ini.  




   Jika ingin menikmati makanan lezat dan minuman segar tersedia tempat makan di dekat pintu masuk. Jika ingin makan besar bersama rombongan, ada gubuk makan nini dan aki. Hidangan tradisional tersaji disini.  
   Jangan lupa membeli beragam bibit tanaman cantik jika Anda pencinta tanaman hias. di dekat pintu masuk tersedia beragam tanaman cantik yang ditata indah. Harga yang ditawarkan pun terjangkau. Bagi semua anggota keluarga, Taman Bunga Nusantara adalah tempat yang cocok untuk berwisata. Bagi anak, tersedia beragam wahan permainan menarik. Mulai dari Bom bom Car hingga perahu mini.

 Tak terasa hari mulai beranjak senja. kami pun dengan enggan kembali menuju mobil untuk pulang ke rumah. suatu saat kami akan kembali lagi. Indahnya tanaman ini tak kan pernah bisa dilupakan hati.





Sesaji di Pantai Pelabuhan ratu



Sesaji di Pantai Pelabuhan Ratu

     Jam menunjukkan Pukul sepuluh pagi saat kami berangkat dari rumah di depok. Tol Cijago yang lengang membawa kami mantap menuju Tol Jagorawi. Di tengah perjalanan datang SMS yang mengabari bahwa orang yang mau ditemui di Bogor tidak bisa menerima kami. Setelah diskusi kecil, kami memutuskan untuk langsung menuju ke Puncak untuk melepaskan kekecewaan.

Dengan pertimbangan bukan weekend, kami berharap perjalanan akan lancar. Tiba di pintu Tol, kemacetan rupanya sudah menanti. Kendaraan yang akan menuju puncak sudah macet total di muara tol. Kalo memaksakan diri, mungkin baru sore atau malam hari kami tiba di tujuan. Itusih bukan jalan-jalan namanya, tetapi menyiksa diri. langsung banting stir,kendaraan diarahkan menuju Ciawi. di pintu tol ciawi ada 3 pilihan. belok kiri tampak macet karena antrian kendaraan yang ingin ke Puncak, lurus ke Sukabumi dan belok kanan menuju Bogor. dengan pertimbangan tidak ada yang mau ditemui di Bogor, kendaraan lalu diarahkan ke Ciawi. 
     Setelah beberapa saat macet di 2 pasar tradisional -Parung Kuda dan Cibadak- kendaraan melaju kencang dan udara sejuk mulai terasa saat arah  kendaraan menanjak ke arah Pelabuhan Ratu. Udara sejuk gunung salak terasa nikmat. Hijau pepohonan dan dalamnya jurang membuat pemandangan unik yang menyegarkan mata. Karena perut mulai lapar dan telah tiba waktu salat, kami berhenti sejenak di Masjid di lingkungan Batalyon Armed. 
   Di Masjid kami Istirahat sejenak, salat dan makan siang sambil menikmati hembusan angin pegunungan. Rasanya betah sekali dan mata mulai mengajak untuk memejamkan diri. Jeritan anak-anak yang berlari di halaman masjid disambut sambutan ramah para prajurit di lingkungan Yon Armed. Tapi waktu terus berputar, dan kami memutuskan melanjutkan perjalanan. 
     Lanjutan perjalanan bertambah menyenangkan. Tidak ada kemacetan dan jalan teduh di bawah naungan pohon-pohon besar.Tak lama sampailah kami di Pelabuhan Ratu. Karena  tidak tahu arah yang mesti dituju, kami mampir di sebuah Minimarket untuk bertanya arah dan membeli minuman dan snack. Ternyata arah ke pantai tak jauh lagi. Sebagai kota nelayan, pelabuhan ratu meiliki tempat pembelian ikan dimana nelayan menurunkan hasil tangkapannya. tersedia pusat informasi turis di sebelah pelabuhan, namun perjalanan dirasa kurang seru jika kami mengikuti rute resmi wisatawan.
    Perjalanan kembali dilanjutkan. Tak jauh dari pelabuhan, tampak kapal-kapal yang mulai merapat ke pantai. lalu kami melihat beberapa mobil berbelok keluar dari jalan. Jalan agak rusak dan rumput tinggi membuat sejenak keraguan timbul, apalagi mobil yang dipakai adalah jenis sedan.  namun rasa penasaran yang besar akhirnya membuat kami nekat menerobos....
    Subhanallah, ternyata pantai cantik dengan deburan ombak kencang terhampar di depan mata. Ternyata... jalan rusak dan tak terurus yang membuat pengunjung segan, menjadikan tempat ini terjaga alami. 


Anak-anak berteriak riang dan berlari-lari di pantai. Peringatan mama yang  khawatir dengan ombak kencang, tak dihiraukan. Anak-anak begitu gembira melihat pantai nan cantik. Pasir yang membentang luas membuat mereka tertantang untuk berguling-guling kesana kemari.
     Setelah memeriksa bagasi mobil, ternyata ada pakaian renang buat anak-anak. sedangkan kami harus rela berbasah-basah dengan pakaian lengkap. Berwisata secara dadakan memang membuat kami sering mengalami situasi unik. Tidak mempersiapkan diri dengan baju untuk berenang di pantai, membuat suasana bertambah seru. Namun karena memang suka, semuanya kami nikmati dengan sukacita.


 Pantai laut selatan yang menghadap samudera luas membuat deburan ombak sangat kencang. Kelak di perjalanan pulang, kami baru membaca papan peringatan bahwa daerah ini termasuk daerah bahaya Tsunami :-)... 
    Ada beberapa orang yang juga mengunjungi pantai ini berbarengan 
dengan kami. pengunjung bermain selancar dengan gembira. Beberapa warga setempat menyiapkan penyewaan papan selancar. Ada juga warga yang membuka warung sederhana bagi pengunjung yang ingin makan dan minum. Ombak yang berdebur kencang membuat acara berselancar cukup seru. Terjangan ombak disambut suka cita. Makin tinggi ombak, makin gembira kami. Anak-anak bermain istana pasir di pinggir pantai. mereka menjerit gembira jika ada ombak besar yang datang mengejar mereka. Tinggal teriakan mama yang menjerit khawatir dengan tingkah anak-anak yang menyongsong ombak.
   



  Teringat salat, membuat kami berhenti sejenak untuk membersihkan diri dan melaksanakan salat ashar di Mushala kecil yang disiapkan warga. Tubuh segar, fikiran tenang membuat hidup terasa begitu bahagia. setelah salat, kami duduk dibale-bale sambil memandang laut. beberapa kelapa muda segar tersaji melengkapi indahnya sore. What a beautiful day...

Tak terasa matahari mulai terbenam.Rasa betah membuat kami enggan untuk pulang ke Depok. Rasanya tak puas jika tempat seindah ini hanya dinikmati begitu singkat. Hotel-hotel dengan view cantik berjejer di tepi pantai. Setelah bertanya kepada penjual kelapa muda, kami dianjurkan untuk menginap di penginapan sederhana tak jauh dari pantai. setelah berterimakasih, dengan enggan kami anak-anak beranjak meninggalkan bale-bale. Mobil diarahkan menuju penginapan sederhana yang direkomendasikan bapak penjual kelapa muda. Pasangan suami istri yang sudah sepuh menyambut kami ramah. Kami dipersilahkan memilih kamar yang disukai. Dengan tarif 60 ribu rupiah per malam, sangat murah untuk kamar bersih dilengkapi televisi. Daerah dingin pegunungan membuat kamar tidak membutuhkan AC. Apalagi sayang rasanya jika tidak menikmati sejuknya udara pantai dan gunung yang alami.  
     Setelah istirahat sejenak, kami bersiap-siap untuk bersantap malam. Berdasar rekomendasi pengelola penginapan, kami menuju warung makan sea food yang menyajikan hidangan laut segar khas Pelabuhan Ratu. Tak lupa mampir sejenak di minimarket untuk membeli beberapa keperluan yang tak kami bawa, karena memang tak ada rencana menginap sama sekali. Kembali ke penginapan, mata langsung terpejam mmebayangkan hari indah yang dialami dan tak lama kemudian alam tidurpun menghampiri .

       Bangun pagi, segaaaar sekali...;-). Lelah di jalan setelah berjam-jam menempuh perjalanan kemarin sudah tak terasa. Ternyata pagi-pagi, adik sudah berjalan sendiri ke pantai. dia bercerita ada beberapa orang yang melakukan ritual di pinggir laut. Di penginapan kami mendapatkan cerita, bahwa setelah maghrib biasanya ada beberapa orang yang berjalan di pantai melakukan semacam ritual. Mungkin karena pantai selatan jawa, mereka memberi sesaji pada Nyi loro kidul. Kami melihat foto ratu tersebut di toko yang menjual pulsa HP.
      Setelah sarapan mie rebus dan teh manis, kami mempersiapkan diri untuk pulang. Namun cerita pengelola penginapan tentang pantai karang hauh dan pemandian air panas memancing rasa penasaran kami. Akhirnya mobil kami arahkan menuju pantai yang diceritakan tersebut.
    Ternyata jalan yang kami lalui menyusuri pantai. Dengan sawah di kanan jalan dan pantai indah di kirinya. Pantai karang hauh ternyata berupa pantai dengan batu karang di salah satu sisinya. Namun suasana yang terlalu ramai dan banyaknya warung membuat pantai tampak kumuh dan tidak sealami pantai yang kami kunjungi kemarin. Perjalananpun kami lanjutkan lagi menuju pemandian air panas.
     Setelah sekitar sepuluh menit perjalanan dari pantai karang hauh, ada papan petunjuk jalan yang mengarahkan kami ke pemandian air panas. Jalan sepi dan aspal bergelombang membuat kami ragu saat tiba di persimpangan. Turun sejenak dan menanyakn arah pada penyabit rumput membuat laju mobil kembali mantap melanjutkan perjalanan. tak lama tibalah kami di lokasi wisata air panas.  bau belerang menyengat mulai menusuk hidung. Menuruni anak tangga dan meniti jembatan gantung membawa kami ke sungai berbatu. Ternyata di beberapa bagian sungai itu menyembur beberapa mata air panas. Tumpukan belerang terlihat disekitarnya. Sungai yang terletak di kaki gunung berhutan lebat dan berbatu-batu. Air panas memancar setinggi lebih kurang 3 meter ke atas. tambap beberapa sumber air panas lain yang juga memancarkan semburan air namun tidak terlalu tinggi.

    Air sungai jernih dan dangkal mengalir lembut membuat anak-anak tak sabar menceburkan diri. Bersama beberapa pengunjung lain kami berendam dan menikmati hangatnya air panas. Jika ingin berendam air sungai yang dingin, kita tinggal mencari tempat yang agak jauh dari semburan air panas tersebut. 
   Pegal-pegal di badan terasa terbang dan tubuh terasa segar menghibur segarnya pegunungan. Nikmatnya semburan air panas ditambah keasyikan mata memandang hijaunya hutan rimba. sungguh perpaduan alam yang membuat kita  takjub dengan kebesaran Allah SWT.
  Setelah puas berendam kami pun naik ke atas. Karena hari sudah siang, maka kami pun segera kembali ke mobil untuk bersiap pulang. Di perjalan pulang tak henti mata terpukau dengan indahnya alam. paduan pantai cantik dan hijaunya alam membuat mata terasa  sejuk. Sungguh perjalanan wisata dadakan yang tak terlupakan.